Kalsium
merupakan mineral penting dalam pembentukan tulang dan gigi, dan
dibutuhkan oleh tubuh untuk kontraksi otot, penggumpalan darah dan
konduksi impuls saraf.
Mangan digunakan
oleh tubuh sebagai unsur pendukung untuk enzim antioksidan superoksida
dismutase.
Tembaga
diperlukan dalam produksi sel darah merah.
Magnesium sangat
penting bagi pertumbuhan tulang.
Kurma kaya akan
vitamin K dan vitamin B-kompleks, yaitu piridoksin (vitamin B-6),
niacin, asam pantotenat dan riboflavin. Vitamin ini membantu tubuh dalam
metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Vitamin K sangat penting dalam
pembekuan darah dan metabolisme tulang.
Kaum Arab Badui,
yang makan kurma secara teratur, menunjukkan tingkat kejadian yang sangat
rendah dari kanker dan penyakit jantung.
Buah kurma kaya
serat yang mencegah penyerapan kolesterol LDL dalam usus. Kandungan serat
kurma juga membantu melindungi selaput lendir usus dengan mengurangi paparan
dan mengikat bahan kimia yang menyebabkan kanker usus besar.
Sebagai makanan
laksatif (laxative food), kurma bermanfaat melancarkan buang air besar dan
mencegah konstipasi.
Kurma mengandung
antioksidan yang dikenal sebagai tanin. Tanin diketahui bersifat
anti-infeksi, anti-inflamasi dan anti-hemoragik.
Kurma adalah
sumber vitamin A, yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan sangat
penting untuk kesehatan mata. Vitamin A juga diperlukan menjaga kulit
tetap sehat. Konsumsi buah-buahan alami yang kaya akan vitamin A
diketahui membantu melindungi dari kanker paru-paru dan rongga mulut.
Kurma merupakan
sumber zat besi yang sangat baik. Besi adalah komponen dari hemoglobin di
dalam sel darah merah yang menentukan daya dukung oksigen darah.
Kalium dalam
kurma adalah komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu
mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah, sehingga memberikan
perlindungan terhadap penyakit jantung koroner dan stroke.